Bagaimana Cara Mengenali Obat Palsu?

27-01-2026 Umum Dilihat 112 kali

Jakarta (27/01) - Bagaimana Cara Mengenali Obat Palsu? 

Obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau produk obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki ijin edar.
 
Berikut adalah rincian ciri-ciri obat palsu:
Kemasan dan Fisik: Kualitas kemasan buruk, cetakan tidak jelas, atau berbeda warna/bentuk dari aslinya, Kemasan tidak tersegel dengan baik, label pudar, atau ada kesalahan ejaan, tablet mudah hancur atau pecah, warna, bau, atau rasa obat berubah/tidak sesuai.
Informasi Produk: Tidak mencantumkan nomor izin edar, nomor bets atau tanggal kadaluwarsa tidak jelas, tidak ada, atau hasil tempelan (bukan cetakan mesin), nama produsen berbeda atau tidak dikenal.
Efek dan Harga: Obat tidak memberikan efek penyembuhan atau justru menyebabkan penyakit memburuk, harga yang ditawarkan jauh lebih murah daripada harga pasaran.
 
Bahaya Utama Konsumsi Obat Palsu:
Penyakit Tak Kunjung Sembuh: Obat palsu sering kali hanya berisi zat tidak aktif (placebo) atau tepung, sehingga infeksi atau penyakit yang diderita tidak terobati.
Keracunan Zat Berbahaya: Proses produksi yang tidak higienis dan bahan tambahan yang berbahaya dapat menyebabkan reaksi alergi, keracunan akut, atau kerusakan organ.
Gagal Organ: Kandungan beracun yang terkumpul dalam tubuh bisa memicu kerusakan hati dan ginjal.
Resistensi Obat: Antibiotik palsu dengan dosis rendah memicu bakteri menjadi kebal, sehingga penyakit lebih sulit disembuhkan.
Kematian: Risiko tertinggi adalah kematian, terutama pada penggunaan obat-obatan penyakit kronis atau infeksi serius. 
 
Berikut adalah panduan lengkap menghindari obat palsu berdasarkan rekomendasi BPOM:
  • Beli di Tempat Resmi (Sarana Pelayanan Kefarmasian)
  • Apotek/Toko Obat Resmi: Beli obat di apotek, rumah sakit, puskesmas, atau toko obat berizin.
  • Toko Online Terdaftar: Pastikan membeli di Penyedia Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang terdaftar.
  • Hindari Obat Paketan/Murah: Jangan tergiur harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran. 
 
Sarana